Seluk Beluk Khasiat Pohon Kelor

Sunday, May 24, 2015

Bunga Kelor (Moringa Oleifera Flower)


Bunga Kelor bisa dimakan, dan dicampurkan pada makanan, bisa dijadikan salad, dijadikan taburan diatas Pizza. Bunga Kelor tidak boleh dikonsumsi oleh Ibu Hamil. Berikut adalah gambar Bunga Kelor (Moringa Oleifera Flower).

Bunga Kelor Putih ke kuningan, dan membentuk calon bakal buah kelor.Mempunyai aroma bunga yang khas. Kelor (Moringa Oleifera) mengandung 46 antioksidan  – senyawa yang melindungi tubuh terhadap radikal bebas dengan menetralkannya sebelum dapat menyebabkan kerusakan sel.

Senyawa Antioksidan yang terkandung dalam kelor adalah Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Vitamin B (Choline), Vitamin B1 (Thiamin), Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B6, Alanine, Alpha-Carotene, Arginine, Beta-Carotene, Beta-sitosterol, Caffeoylquinic Acid, Campesterol, Carotenoids, Chlorophyll, Chromium, Delta-5-Avenasterol, Delta-7-Avenasterol, Glutathione, Histidine, Indole Acetic Acid, Indoleacetonitrile, Kaempferal, Leucine, Lutein, Methionine, Myristic-Acid, Palmitic-Acid, Prolamine, Proline, Quercetin, Rutin, Selenium, Threonine, Tryptophan, Xanthins, Xanthophyll, Zeatin, Zeaxanthin, Zinc.

Sunday, May 3, 2015

Jual Biji Kelor 2015 - Kebun Kelor Indonesia

Sudah Hampir 3 Tahun kami menjual Biji Kelor.
Sudah Hampir 150an Pelanggan Biji Kelor.

Semoga Semakin Banyak Kebun Kelor Baru di Indonesia.
Semoga Semakin Banyak Masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi manfaat kelor
Semoga Semakin Banyak Kesadaran Masyarakat akan Potensi Kelor di Nusantara

Moringa Oleifera Seeds Indonesia
Jual Biji Kelor 2015 - Kebun Kelor Indonesia

Jual Biji Kebun Kelor Indonesia
Jual Biji Kelor 2015 - Kebun Kelor Indonesia


Jual Biji Kelor - Pemesanan 24 Jam bisa langsung via Tokopedia.

Saturday, April 11, 2015

Bank BRI dan TNI AD Tanam Kelor di Perbatasan NKRI–Timor Leste


Bank BRI dan TNI AD Tanam Kelor di Perbatasan NKRI–Timor Leste
Sumber Kompas

Daerah perbatasan merupakan beranda terdepan suatu Negara. Oleh sebab itu, pembangunan dan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat di perbatasan juga harus mendapat perhatian dan penanganan yang memadai.

Selama ini, wilayah perbatasan identik dengan “daerah pinggiran” yang serba terbatas dari berbagai sisi, termasuk dari sisi ekonomi atau kesejahteraan masyarakat. Padahal, kewibawaan suatu Negara, salah satunya ditentukan melalui kemampuannya dalam mengelola wilayah perbatasannya secara efektif, baik dari segi politik, ekonomi, sosial-budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Saat ini, pemerintah terus berupaya menggalakkan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di beberapa wilayah perbatasan. Seperti yang baru-baru ini dilaksanakan di wilayah terdepan NKRI yang berbatasan dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RTDL).

Pada pertengahan Maret 2015, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbksecara nyatamendukungPemerintah RI melalui TNI AD dan pemerintah daerah untuk menjalankan Program Budidaya Tanaman Kelor. Program ini sebagai bagian dari Program Peningkatan Kesejahteraan masyarakat di Desa Kabuna, Kabupaten Belu-Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara peresmian Program Budidaya Tanaman Kelor tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, didampingi Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, Corporate Secretary Bank BRI Budi Satria, Kapolres Belu, Bupati Belu dan beberapa perwakilan dari dinas setempat.

Daun Kelor Asal Timor Diburu Pembeli Mancanegara


Sumber Kompas


KUPANG, KOMPAS.com - Kelor (Moringa oleifera) yang tumbuh di daratan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini diklaim memiliki kualitas terbaik nomor dua di dunia setelah Spanyol.

Keunggulan tersebut membuat kelor saat ini diburu oleh pembeli dari sejumlah negara. Pengakuan itu disampaikan oleh pengusaha Kelor asal Jawa Barat, Dudi Krisnadi, saat ditemui sejumlah wartawan di tempat budidaya kelor Moringa Wirasakti, di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Selasa (27/1/2015) kemarin.

Menurut Dudi, kualitas kelor asal Timor yang dinilai terbaik itu membuat para pembeli kelor asal Eropa, Australia, Arab Saudi, Korea Selatan, dan China saat ini sedang antre menunggu hasil panen kelor dari Timor.

“Hasil penelitian dari sejumlah pihak menyebutkan kalau kualitas kelor Timor yang terbaik di dunia. Inilah yang membuat para pembeli dari luar negeri sudah bersiap menunggu. Saat ini sudah ada permintaan kelor basah dari luar negeri sebanyak 100 ton per bulan, sehingga target kita pada tahun 2016 mendatang kita sudah bisa penuhi permintaan itu,” kata Dudi yang sudah akrab dengan dunia kelor sejak tahun 2001.

Demi mempersiapkan target tersebut, sebagai basis atau inti harus disiapkan sebanyak 1.000 hektar lahan. Sementara untuk plasma di masyarakat akan tersebar dengan sendirinya. Lahan saat ini yang ditanami kelor untuk seluruh Timor Barat baru sekitar 400 sampai 500 hektar dan berpusat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.

Kelor Timor unggul karena bisa ditanam di dalam satu kebun yang memiliki hamparan luas (budidaya), sedangkan di daerah lain di Indonesia yang sudah dicoba, tapi tidak berhasil. ”Kalau di tempat lain pertumbuhan kelor sangat lama. Bisa lebih dari satu tahun belum tumbuh bunga dan biji, sementara di Timor baru enam bulan sudah tumbuh biji dan itupun dipangkas daunnya sehingga menurut kita sangat luar biasa. Secara teoritis kalau di daerah Afrika dan India, sembilan bulan baru tumbuh biji, tetapi tidak dipangkas daunnya,” kata dia.

Sunday, January 25, 2015

Sisi Lain Potensi Terpendam dari Pohon KELOR ( Moringa Oleifera )



Pohon Kelor dianggap sebagai Apotik Hidup, Pohon Kelor kaya akan khasiat yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di Indonesia. Hampir semua bagian dari Pohon kelor dapat dimanfaatkan untuk kesehatan baik untuk Manusia maupun binatang ternak.

Bahkan ekstrak daun kelor dapat difungsikan sebagai pupuk pertumbuhan tanaman lainnya, Daun kelor mengandung giberelin, kinetin, auksin. masih banyak yang belum mengolahnya menjadi pupuk organik di Indonesia untuk tanaman sayur mayur.

Biji kelor yang mengandung polipeptida non-toksik dapat berfungsi sebagai filter penjernih air, ketika dihancurkan menjadi bubuk dan dicampur dengan air, sedimen didalam air mengumpul dan mengendap dibawah, tinggal disaring dengan kain, sudah didapatkan akses air bersih yang murah bagi masyarakat terpencil yang sulit mendapatkan air bersih,cukup 2 biji kelor untuk memurnikan 1 liter air.

Untuk pemanfaatkan Kebun Kelor yang maksimal, Per 1 Hektar dapat ditanam dengan kepadatan optimal hingga 1 juta tanaman (10x10cm spasi). Pohon kelor dipotong dapat dipotong pada ketinggian 15 sampai 25 cm untuk pertumbuhan kembali kuat.



kebun kelor indonesia aceh

1 Hektar muat 1juta pohon kelor, itu sama dengan 120 ton daun kering per tahun bisa dipanen setiap tahunnya, Kalau Harga Daun Kelor Kering minimal dengan harga terendah Rp.10,000/kg, Estimasi Pendapatan dari 120 ton daun kelor kering adalah sebesar 1 miliar per tahun per Hektar.

Baca Juga : Jual Biji Kelor - Pemesanan 24 Jam bisa langsung via Tokopedia.

Coba anda kalkulasi berapa uang pemasukan dari daun kelor kering setiap tahunnya bisa masyarakat dapatkan, kalau mau serius menggarap pasar kelor untuk kebutuhan market dalam dan luar negeri. Coba bayangkan kalau ada 100 petani per kabupaten di Indonesia mau membuka lahan Kelor sistem intensif, dalam 3 Tahun Indonesia bisa menjadi Pemain Besar dalam komoditi Kelor di dunia.


jual biji kelor kebun kelor indonesia

Bagi Masyarakat Indonesia yang ingin membeli Biji Kelor :
Silahkan menghubungi 0852.334.63940

jual beli biji kelor


Atau bisa langsung pemesanan 24 Jam
via Tokopedia


Sunday, January 18, 2015

Mayjen TNI Torry Djohar BT Kunjungi Kebun Kelor


KOREM 161/WIRA SAKTI (16/10),- Pada Hari Kedua Kunjungan Kerja Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Torry Djohar BT, di wilayah Korem 161/Wira Sakti, melaksanakan peninjauan ke Kebun Kelor, di Mamsena, desa Letneo Selatan, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timur Tengah Utara seluas puluhan hektar, Senin (13/10).

Dalam kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah dan TNI haruslah bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini penting karena TNI tanpa didukung rakyat maka TNI tidak bisa berbuat apa-apa. Contohnya adalah Korem 161/Wira Sakti punya Program Kelor  (Moringga Wira Sakti.red) tapi tidak ada lahannya, maka Program Kelor ini tidak bisa berjalan.

Mayjen TNI Torry Djohar BT Kunjungi Kebun Kelor


Sementara itu Bupati TTU Raymundus Dau Fernandes dalam sambutannya menyampaikan bahwa kami akan mendukung apa yang telah di rintis oleh Korem 161/Wira Sakti ini, kegiatan PKP (Padat Karya Pangan) akan di sinergikan dengan Program Kelor.

Dalam kunjungan tersebut Pemerintah Daerah TTU dengan Korem 161/Wira Sakti  bersepakat  untuk  bersinergi antara Program Pemerintah Daerah yaitu Padat Karya Pangan ( PKP ) dan Program Kelor Korem 161/Wira Sakti.

Dalam kegiatan ini Pangdam IX/Udayana didampingi oleh Danrem 161/Wira Sakti  Brigjen TNI Achmad Yuliarto, Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Kunto dan Kasi Intel Korem 161/Wira Sakti Eusebio Hornai Rebello dan Dandim 1618/Timur Tengah Utama Letkol Inf Dodi Diantoro.

Jual Grade A biji kelor untuk Bibit Pohon Kelor
Jual Grade A biji kelor untuk Bibit Pohon Kelor



Hadir dalam Acara ini Bupati TTU Raymundus Dau Fernandes, Unsur Forkopimda Kabupaten TTU, para pimpinan SKPD jajaran Pemda TTU, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh pemuda serta disaksikan ratusan masyarakat Kecamatan Insana Barat Kabupaten TTU.

Sumber : TNI


8 Hektare kebun Kelor Korem 161/Wira Sakti


KOREM 161/WIRA SAKTI (5/1),- Pada hari Kamis (01/01), setelah memberikan pengarahan kepada  para prajurit TNI AD dan menyerahkan bantuan kepada Masyarakat di Pelabuhan Wini Perbatasan RI-RDTL, Bapak Kasad, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan melanjutkan agenda kegiatan kunjungan kerja dengan mengunjungi Lahan Kelor Moringga Wira Sakti, yang berada di Desa Mamsena, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU.

Dalam kunjungan kerja ini Bapak Kasad didampingi oleh: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, Aslog Kasad Mayjen TNI Suratmo, Aster Kasad Mayjen TNI Wiyarto, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Achmad Yuliarto, dan Korspri Kasad Kolonel Inf M. Fadjar.

TNI Indonesia Tinjau Kebun KELOR (Moringa Oleifera) Kodim 1618


Turut menyambut kedatangan  Bapak Kasad beserta rombongan adalah:  Dandim 1618/TTU Letkol Arm Dodi Diantoro, Kapolres TTU AKBP Robby M. Samban, Waasintel Kasdam IX/Udayana Letkol Inf Armansyah, Kasiintel Rem 161/Wira Sakti Letkol Arm Eusebio H. Rebello, anggota DPR TTU Carolus Sonbay, dan Camat Insana Barat Yohanes Naikofi.

Dalam kunjungan kerja ini, Kasad beserta rombongan meninjau lahan Kelor Moringga Wira Sakti seluas kurang lebih 8 Hektare, yang merupakan kebun Kelor Korem 161/Wira Sakti yang bekerjasama dengan masyarakat di Desa Mamsena, Kec. Insana Barat, Kabupaten TTU.

Setelah melaksanakan peninjauan Lahan Kelor Moringga Wira Sakti ini, Kasad beserta rombongan meninjau lokasi Pompa Ram Hidrolik yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan lokasi Lahan Kelor. Pompa Ram Hidrolik ini, yang merupakan hasil karya putra daerah Letkol Cpl Simon Petrus Kamlasi Dandenpal 09-12-03 Kupang, yaitu Putra Soe, telah berhasil mengangkat air dari sumber air ke ketinggian di Lahan Kelor Mamsena.

Jual Biji Kelor Berkualitas Grade A
Jual Biji Kelor Berkualitas Grade A

Kegiatan selanjutnya adalah penanaman pohon Kelor secara simbolis oleh Bapak Kasad, serta diakhiri dengan peninjauan bibit Kelor dan produk hasil olahan Kelor dari Kebun Kelor Moringga Wira Sakti.

Sumber : TNI